Hmi Univeritas Bosowa Desak Kejati Sulsel Tangkap Buronan Kasus Dugaan Korupsi Buloa Makassar

Hmi Univeritas Bosowa Desak Kejati Sulsel Tangkap Buronan Kasus Dugaan Korupsi Buloa Makassar

Image result for universitas bosowa

Korupsi di Indonesia berkembang secara sistemik. Mungkin bagi sebagian orang korupsi itu bukan lagi meruapakan suatu pelanggaran hukum, namun sudah menjadi kebiasaan atau budaya. Walaupun Indonesia menempati posisi paling rendah soal korupsi, namun korupsi ini menjadi momok yang menakutkan bagi bangsa ini, karena dampaknya yang sangat luas yang bisa menyengsarakan rakyat banyak.

Karena korupsi ini begitu masif maka pencegahannya juga semakin ditingkatkan oleh pihak yang berwenang. Sehingga tidak aneh kalau saat ini banyak sekali kasus korupsi yang terkuak, dan banyak pelakunya yang ditangkap, namun banyak juga yang masih buron. Contohnya adalah tersangka Soedirjo Aliman alias Jentang yang saat ini masih belum ditangkap, yang akhirnya menimbulkan reaksi yang keras dari HMI Unibos Makassar.

Massa dari HMI Univeritas Bosowa Makassar berupaya untuk terus mendesak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) supaya segera menangkap Soedirjo Aliman alias Jentang, yang merupakan salah satu tersangka dugaan korupsi penyewaan lahan negara di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Makassar yang disertai dugaan tindak pidana pecucian uang (TPPU).

Menurut berita Sulawesi Selatan terbaru aksi unjuk rasa para mahasiswa yang digelar pada jumat 9 November 2018 itu sempat diwarnai dengan sedikit kericuhan, dimana para mahasiswa tersebut melakukan aksi pengrusakkan terhadap pagar kantor Kejati Sulsel, hal ini disebabkan karena para demonstran tidak diberi kesempatan untuk masuk kedalam halaman kantor Kejati Sulsel. Dan rencanana para demonstran itu akan menggelar aksi teatrikal di depan halaman tesebut.

Selain itu, para mahasiswa juga menilai Kejati Sulsel telah melanggar komitmen yang sudah disepakati bersama dalam upaya mediasiĀ  pada saat mereka menggelar unjuk rasa sebelumnya, yakni pada Jumat 2 November 2018 yang lalu.

Wirawan Kusuma Umar yang merupakan kordinator Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Universitas Bosowa (HMI BOSOWA) Makassar mengatakan bahwa unjuk rasa HMI UNIBOS Makassar ini untuk menagih komitmen Kejati Sulsel yang dituangkan dalam surat pernyataan bermaterai. Menurutnya komitmen tersebutĀ  telah diabaikan oleh pihak Kejati Suslsel. Padahal sebelumnya Kejati Sulsel ini telah menyepakati dalam waktu seminggu untuk menyebarkan keterangan resmi Daftar Pencarian Orang (DPO) Soedirjo Aliman alias Jentang yang sudah setahun lebih menjadi buron pasca dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penyewan lahan negara yang disertai dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) melalui penyiaran televisi, media cetak, dan media online. Selain itu menurut Wirawan Kusuma Umar, Kejati Sulsel tidak komitmen untuk mengadakan posko pengaduan yang berfungsi untuk menerima segala informasi yang terkait dengan Jentang yang sifatnya beroperasi selama 24 jam.

Dinilai oleh mahasiswa pihak Kejati Sulsel telah mengabaikan kedua komitmen tersebut, maka massa HMI Unibos Makassar meminta untuk melakukan aksi teatrikal dengan membawa mayat buatan ke halaman dalam kantor Kejati Sulsel. Akan tetapi aksi tersebut terhalang karena pagar kantor Kejati Sulsel telah digembok sejak awal sehingga para mahasiswa tidak bisa masuk.

Karena tidak bisa masuk, massa dari HMI Unibos Makassar kemudian meminta supaya pihak Kejati Sulsel segera membuka gembok pagar tersebut. Akan tetapi permintaan tersebut tidak digubris sehingga membuat para demonstran bertindak anarkis dengan merusak pagar dengan cara mendorongnya bersama-sama menggunakan tangan serta batu besar untuk membuka rantai gembok pagar tersebut.

Setelah berusaha untuk membuka pagar selama 30 menit, akhirnya massa HMI Unibos Makassar berhasil membuka paksa pagar Kantor Kejati Sulsel dengan cara merusak beberapa bagian pagar dan langsung melanjutkan orasinya dengan membakar mayat buatan yang dibawanya sebagai simbol matinya penegakkan hukum dalam penangangan kasus korupsi yang menjerat tersangka Jentang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *